Header

News

gambar Peresmian Kelas Bahasa Jepang Universitas Anwar Medika Bersama UKAI International Employment (UIE)
By by UIE

Peresmian Kelas Bahasa Jepang Universitas Anwar Medika Bersama UKAI International Employment (UIE)

Surabaya, 9 Juli 2026 – Universitas Anwar Medika (UAM) bersama UKAI International Employment (UIE) secara resmi membuka Kelas Bahasa Jepang sebagai langkah nyata dalam mempersiapkan mahasiswa dan alumni menghadapi peluang pendidikan serta karier di Jepang. Peresmian program ini dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026, dan diresmikan langsung oleh Ukai Saito Sensei, Direktur PT UKAI International Employment, bersama Rektor Universitas Anwar Medika, Ibu Martina Kurnia Rohmah, S.Si., M.Biomed. Pembukaan kelas ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama strategis antara Universitas Anwar Medika dan UIE dalam menciptakan lulusan yang memiliki kompetensi global, khususnya kemampuan berbahasa Jepang yang menjadi salah satu syarat penting untuk melanjutkan studi, mengikuti program magang, maupun bekerja secara profesional di Jepang. Dalam sambutannya, kedua belah pihak menyampaikan harapan agar program ini dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk meraih kesempatan berkarier di tingkat internasional. Jepang saat ini terus membuka peluang bagi tenaga kerja asing yang memiliki kemampuan bahasa, keterampilan, dan etos kerja yang baik. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Jepang menjadi investasi yang sangat berharga bagi masa depan. Melalui Kelas Bahasa Jepang yang diselenggarakan oleh UIE, peserta akan memperoleh pembelajaran yang terstruktur dan berorientasi pada kebutuhan nyata di Jepang. Materi yang diberikan tidak hanya mencakup tata bahasa, kosakata, dan percakapan sehari-hari, tetapi juga budaya Jepang, etika kerja, komunikasi di lingkungan profesional, serta persiapan menghadapi ujian kemampuan bahasa Jepang (JLPT). Dengan pendekatan pembelajaran yang praktis dan didukung oleh pengajar yang berpengalaman, peserta diharapkan mampu membangun kemampuan bahasa secara bertahap hingga siap digunakan dalam dunia akademik maupun dunia kerja. Selain pembelajaran bahasa, peserta juga akan mendapatkan informasi mengenai berbagai jalur untuk melanjutkan studi di Jepepang, serta kesempatan bekerja di berbagai sektor industri di Jepang. UIE akan memberikan pendampingan mulai dari proses belajar bahasa, persiapan dokumen, hingga konsultasi mengenai peluang karier sesuai dengan kemampuan dan minat peserta. Program ini terbuka bagi mahasiswa maupun alumni Universitas Anwar Medika yang memiliki semangat untuk mengembangkan diri dan membangun karier di tingkat internasional. Dengan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di Jepang, kesempatan untuk bekerja dan mengembangkan pengalaman profesional di luar negeri kini semakin terbuka lebar bagi generasi muda Indonesia yang memiliki kompetensi dan kesiapan yang baik. Universitas Anwar Medika dan UIE berharap kehadiran Kelas Bahasa Jepang ini dapat menjadi awal lahirnya lebih banyak lulusan yang siap bersaing secara global, memiliki kemampuan bahasa asing yang unggul, serta mampu menjadi duta Indonesia yang berprestasi di Jepang. Mari bergabung bersama Kelas Bahasa Jepang Universitas Anwar Medika! Wujudkan impian Anda untuk belajar, magang, dan bekerja di Jepang melalui program pembelajaran yang terarah, didukung oleh tenaga pengajar berpengalaman, serta pendampingan hingga siap berangkat. Masa depan internasional dimulai dari langkah pertama—belajar bahasa Jepang hari ini.

Read More
gambar Siap Bekerja di Jepang, 18 Orang Alumni Ikuti Kelas Bahasa Jepang Batch 2
By UIE

Siap Bekerja di Jepang, 18 Orang Alumni Ikuti Kelas Bahasa Jepang Batch 2

Bandung, UPI Sebanyak delapan belas alumni dari berbagai program studi di lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan mengikuti Kegiatan Kelas Bahasa Jepang bagi Calon Staf di Jepang Batch 2 yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Program Studi Pendidikan Khusus dan Ukai International Employment. Jumat, (12/12/2025). Pelatihan ini menjadi tahapan awal sebelum para peserta diberangkatkan untuk bekerja secara profesional di Jepang melalui jalur kerja sama resmi yang telah terbangun antara universitas dan mitra internasional tersebut. Jika pada batch sebelumnya program ini hanya diperuntukkan bagi lulusan Pendidikan Khusus, maka pada tahap kedua ini peluang diperluas bagi lulusan Program Studi Psikologi, Bimbingan dan Konseling, serta Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi FPOK. Perluasan cakupan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan Ukai International Employment terhadap kualitas lulusan universitas yang dinilai mampu bersaing dan beradaptasi di dunia kerja global. Kegiatan pembukaan dihadiri langsung oleh para perwakilan program studi. Dari Program Studi Psikologi hadir Aris, M.Si dan Sekretaris Program Studi Farhan Zakarriya, S.Pd., M.Si., Psi. Program Studi PJKR diwakili oleh Dr. Carsiwan, M.Pd. Adapun Program Studi Bimbingan dan Konseling dihadiri oleh Sekretaris Program Studi Eka Sakti Yudha, M.Pd. Masing-masing perwakilan memberikan dukungan dan motivasi bagi peserta yang akan memulai pembelajaran intensif sebagai persiapan pemberangkatan. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. Nandang Budiman, M.Si., juga hadir memberikan sambutan. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa kemampuan bahasa asing, kesiapan mental, serta pemahaman budaya merupakan kunci penting bagi tenaga kerja Indonesia yang ingin berkarier di Jepang. Ia menegaskan komitmen fakultas dalam membuka peluang internasional bagi mahasiswa dan alumni agar mampu bersaing di tingkat global. Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan langsung dari Kepala Program Studi Pendidikan Khusus, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi terhadap kelanjutan kerja sama dengan Ukai International Employment dan menekankan bahwa kesempatan ini merupakan bentuk nyata upaya program studi dalam memperluas akses karier bagi lulusannya. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mengembangkan kompetensi dan membangun pengalaman internasional. Alumni yang mengikuti batch kedua ini akan menjalani program kelas bahasa Jepang secara intensif yang dirancang khusus untuk mempersiapkan mereka menghadapi lingkungan kerja profesional di Jepang. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek bahasa, tetapi juga mencakup pemahaman budaya kerja, etika profesional, serta proses adaptasi lingkungan agar para peserta dapat bekerja secara optimal dan berdaya saing tinggi ketika ditempatkan di perusahaan Jepang. Suasana kegiatan berlangsung penuh semangat, mencerminkan tekad kuat para peserta untuk meraih peluang karier internasional. Para pimpinan fakultas dan program studi memberikan dukungan penuh agar para alumni dapat membawa nama baik Universitas Pendidikan Indonesia di tingkat global. Dengan penyelenggaraan batch kedua ini, Fakultas Ilmu Pendidikan menegaskan kembali komitmennya dalam memperluas jaringan kerja sama internasional dan mempersiapkan lulusan yang siap berkompetisi di dunia kerja modern. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Ukai International Employment, universitas berharap dapat membuka lebih banyak kesempatan serupa di masa mendatang. Kegiatan Kelas Bahasa Jepang bagi Calon Staf di Jepang bukan hanya menjadi jembatan karier internasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya universitas dalam meningkatkan kualitas, daya saing, dan profesionalitas lulusan di kancah global. (Megy)

Read More
gambar Kenalkan Modul J*sKeps, untuk Pendidikan Berkebutuhan Khusus
20 Jan 2026
By UIE Tasuc

Kenalkan Modul J*sKeps, untuk Pendidikan Berkebutuhan Khusus

Surabaya – Problema sekolah inklusi di Indonesia masih belum menemukan ujungnya. Memberikan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus memiliki cara dan tahap yang berbeda dari anak pada umumnya. Untuk membekali para mahasiswanya, Rabu (9/7) siang, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggandeng Tasuc Corporation Jepang, dalam Kuliah Pakar untuk mengenalkan modul Japanese Seven Key Points (J*sKeps) untuk pendidikan berkebutuhan khusus. Pakar pendidikan anak berkebutuhan khusus Tasuc Corporation, Ukai Saito menjelaskan jika perusahaannya ini berkomitmen dalam mendukung pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Ukai mengamati pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Indonesia masih belum maksimal, ada bagian yang terlewatkan, sehingga orang dewasa yang ada disekitar anak tersebut belum bisa memahaminya. Menurutnya kondisi ini juga sudah pernah dialami Jepang puluhan tahun lalu. “Saya ingin berbagi ilmu kepada teman-teman di Indonesia mengenai pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, saya yakin Indonesia juga punya komitmen yang sama dengan Jepang dalam hal ini,” ungkapnya di Auditorium Lantai 9 Unusa Tower. Dia menjelaskan jika anak-anak berkebutuhan khusus ini rentan mengalami diskriminasi, yang membuat mereka kehilangan kepercayaan diri. Untuk meningkatkan hasrat hidup mereka, perlu dilakukan beberapa tahap dengan memberi mereka keyakinan, pemahaman juga pengetahuan, hingga pengalaman. “Tahap kedua itu paling penting, karena memberikan pemahaman. Ketika mengetahui dan memahami anak berkebutuhan khusus, maka diskriminasi itu bisa berkurang,” jelasnya. Peran orang tua dalam mengetahui dan memahami anak mereka yang berkebutuhan khusus itu begitu penting. Ketika orang tua bisa memahami kondisi anak mereka, maka dukungan rehabilitasi pada anak bisa dilakukan secara tepat. Untuk mengetahui kondisi anak perlu dilakukan asesmen. Ukai membeberkan bahwa asesmen yang dilakukan Tasuc berbeda dengan pada umumnya. “Asesmen milik Tasuc itu lebih dinamis, sedangkan umumnya konvensional,” ungkapnya. Menurut Ukai, asesmen dinamis ini melangkah lebih jauh dengan mengetahui apa yang harus dilakukan. Sedangkan asesmen konvensional hanya terbatas pada diagnosa anak. Poin penting dalam modul J*sKeps adalah pengulangan, dengan melakukan penilaian pada asesmen ini dalam jangka waktu satu tahun. Asesmen dinamis ini sudah diterapkan oleh Amerika bahkan Inggris. Berdasarkan penelitian oleh para ahli di Jepang, anak-anak berkebutuhan khusus seperti ASD, ADHD, hingga gangguan perkembangan otak ini mengalami penuaan fisik lebih cepat dari anak pada umumnya, mulai dari usia 40 tahun. “Umumnya, kondisi penuaan fisik turun drastis terjadi saat usia 75 tahun. Kondisi ini membuat orang tua di Jepang merasa khawatir akan kondisi yang akan datang, hingga memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan anak mereka yang berkebutuhan khusus,” tutur Ukai. Akan tetapi kondisi itu sudah terlewati oleh Jepang, dan Ukai tidak ingin ini terjadi di negara-negara lain. Pasalnya jika Indonesia tidak serius dalam memikirkan pendidikan anak berkebutuhan khusus, tidak menutup kemungkinan kondisi ini bisa terjadi di Indonesia. Bukan hanya berbagi ilmu, Ukai juga mengajarkan para peserta kuliah pakar cara menghadapi anak berkebutuhan khusus, hingga alat-alat yang digunakan untuk mengajari mereka belajar. Dalam sambutannya, Rektor Unusa Prof. Achmad Jazidie, M.Eng., mengatakan bahwa kita perlu menghormati anak-anak berkebutuhan khusus. Dan penting bagi kita tau cara berkomunikasi dengan anak-anak berkebutuhan khusus. (Humar Unusa) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), https://unusa.ac.id/2025/07/11/kenalkan-modul-jskeps-untuk-pendidikan-berkebutuhan-khusus/

Read More
gambar Kolaborasi Internasional! Hadirkan Presiden Tasuc Corporation Jepang di Kerjasama & Kuliah Pakar Prodi Fisioterapi UAM
20 Jan 2026
By UIE Tasuc

Kolaborasi Internasional! Hadirkan Presiden Tasuc Corporation Jepang di Kerjasama & Kuliah Pakar Prodi Fisioterapi UAM

UAM.AC.ID Sidoarjo – Universitas Anwar Medika kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan kuliah pakar yang diperuntukkan bagi mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi. Dalam kesempatan ini, kampus menghadirkan Mr. Ukai Saito, Presiden TASUC Corporation Japan, sebagai pembicara utama yang membagikan wawasan dan pengalamannya di bidang fisioterapi serta pendekatan inovatif dalam pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus di Jepang. Kehadiran beliau menjadi momentum berharga untuk memperluas perspektif mahasiswa mengenai praktik fisioterapi secara global. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transfer ilmu, tetapi juga merupakan bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan praktisi profesional. Universitas Anwar Medika menggandeng Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Asosiasi Terapis Fisik Indonesia (ATEPI) Jawa Timur dalam kolaborasi strategis yang mendukung penguatan kualitas akademik serta integrasi antara teori dan praktik di lapangan. Mahasiswa diberikan ruang untuk berdiskusi langsung dengan pakar internasional, membuka wawasan tentang tantangan dan inovasi dalam pelayanan fisioterapi lintas budaya. Kuliah pakar ini berlangsung di Auditorium Universitas Anwar Medika dengan suasana yang interaktif dan antusiasme tinggi dari para peserta. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat menjadi agenda rutin yang mendukung visi UAM dalam mencetak lulusan fisioterapis yang profesional, berdaya saing global, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja. Universitas Anwar Medika terus berupaya menjadi pusat unggulan dalam pendidikan kesehatan yang kolaboratif dan berorientasi masa depan. Universitas Anwar Medika (UAM), https://uam.ac.id/2025/07/10/kolaborasi-internasional-hadirkan-presiden-tasuc-corporation-jepang-di-kerjasama-kuliah-pakar-prodi-fisioterapi-uam/

Read More
gambar Visitasi dari TASUC Corps Jepang ke DIC UNESA: Perkuat Kolaborasi dan Wawasan Inklusif
By UIE Tasuc

Visitasi dari TASUC Corps Jepang ke DIC UNESA: Perkuat Kolaborasi dan Wawasan Inklusif

puid.unesa.ac.id, SURABAYA - Pusat Unggulan Iptek Disabilitas (PUID) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Disability Innovation Center (DIC) menerima kunjungan dari TASUC Corps Jepang, sebuah lembaga yang berfokus pada pendampingan dan pengembangan potensi anak berkebutuhan khusus. Kunjungan ini berlangsung di kantor DIC, gedung O7 Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNESA pada Senin, 07 Juli 2025 dengan dihadiri oleh dosen-dosen Pendidikan Luar Biasa (PLB) FIP UNESA)   Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mempererat relasi serta memperkaya wawasan kedua belah pihak dalam menangani isu-isu disabilitas, khususnya dalam konteks pendidikan inklusif. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk berbagi informasi, pengalaman, dan pendekatan dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.   Lebih dari sekedar kunjungan biasa, pertemuan ini juga menjadi langkah awal penjajakan kerja sama antara TASUSC Corps Jepang dan DIC UNESA, khususnya dalam kolaborasi riset dan pengembanagn program pendidikaninklusif. Fokus utamanya adalah pada penguatan intervensi dan inovasi pembelajaran yang tepat guna, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik disabilitas.     “Pertemuan ini sangat berarti dalam membuka ruang sinergi antara praktisi dan akademisi. Kami berharap dari dialog ini bisa lahir riset-riset kolaboratif dan praktik baik dalam pendidikan inklusif yang dapat diterapkan di berbagai konteks,” ujar salah satu perwakilan dari DIC UNESA.   Harapan kedepannya, kegiatan ini dapat memberikan wawasan baru terkait perkembangan pendidikan inklusif anak berkebutuhan khusus, termasuk pemahaman tentang bentuk penanganan yang efektif dalam proses pembelajaran. Dengan semakin banyak forum kolaboratif seperti ini, UNESA terus memperkuat peranannya sebagai kampus yang mendukung keberagaman dan pendidikan yang setara untuk semua.   Kegiatan visitasi ini menjadi momentum strategis bagi DIC UNESA untuk terus memperluas jaringan kerja sama internasional sekaligus memperkaya perspektif dalam pengembangan pendidikan inklusif di Indonesia. Melalui kolaborasi lintas negara seperti ini, diharapkan transfer pengetahuan, pengalaman, dan inovasi dalam penanganan anak berkebutuhan khusus dapat terus berkembang secara berkelanjutan dan kontekstual sesuai dengan kebutuhan peserta didik di masing-masing wilayah. UNESA, melalui PUID dan DIC, akan terus berkomitmen menjadi pusat penggerak inklusi yang adaptif, kolaboratif, dan berdampak.   Universitas Negeri Surabaya (UNESA), https://puid.unesa.ac.id/post/visitasi-dari-tasuc-corps-jepang-ke-dic-unesa-perkuat-kolaborasi-dan-wawasan-inklusif

Read More
gambar Kerja Sama UPI dan Tasuc Group Jepang: Program Magang dan Pengembangan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
By UIE Tasuc

Kerja Sama UPI dan Tasuc Group Jepang: Program Magang dan Pengembangan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Bandung, 16 Januari 2025 – Tasuc Group, perusahaan Jepang yang berfokus pada pendidikan anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan gangguan perkembangan (neurodevelopmental) seperti autisme (ASD), ADHD, dan spesifik learning disorder, mengunjungi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk menjalin kerja sama magang mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 16 Januari 2025. Rangkaian acara dimulai dengan Focus Group Discussion (FGD) di Laboratorium Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UPI, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MUA dan MoU di University Center (UC) UPI. Delegasi dari Tasuc Group diwakili oleh Ukai Saito Sensei dan Sano Sensei. FGD membahas program pengembangan laboratorium, khususnya intervensi terhadap anak berkebutuhan khusus di berbagai aspek seperti membaca, komunikasi, motorik, matematika, menggambar, mewarnai, menggunting, dan keseimbangan tubuh. Dalam sesi tersebut, Ukai Saito Sensei memberikan tips menarik untuk meningkatkan kemampuan membaca anak, seperti menggunakan flashcard dengan desain khusus. “Susunan flashcard sebaiknya dibuat dengan gambar di sebelah kanan dan tulisan di sebelah kiri, agar sesuai dengan fungsi otak,” jelas Ukai Saito Sensei. Ia menjelaskan bahwa otak kanan bertanggung jawab dalam memproses visual, kreativitas, dan imajinasi, sedangkan otak kiri berperan dalam analisis, logika, dan bahasa. Dengan penempatan tersebut, otak dapat bekerja lebih efektif dalam mengenali informasi. Ukai Saito Sensei juga menekankan pentingnya kontribusi dalam mendukung pendidikan disabilitas, baik di Jepang maupun di Indonesia. “Di Tasuc, ada 70-80 sensei (guru) yang bekerja dengan giat dan teguh untuk berkontribusi pada disabilitas di Jepang. Semoga mahasiswa UPI juga dapat berkontribusi dan bekerja sama dengan semangat yang sama,” ungkapnya. Salah satu bukti nyata dari kerja sama ini adalah pengiriman 13 mahasiswa Program Studi Pendidikan Khusus UPI untuk mengikuti program internship internasional di Tasuc Jepang, yang dijadwalkan akan dimulai pada bulan April 2025. Penandatanganan MoU menjadi simbol komitmen Tasuc Group dan UPI untuk mempersiapkan mahasiswa yang lolos seleksi untuk magang di Jepang. Selain itu, Ukai Saito Sensei menyampaikan harapannya agar skill dan pengetahuan yang didapatkan di Jepang dapat diimplementasikan untuk kemajuan pendidikan anak berkebutuhan khusus di Indonesia. “Keahlian yang dikembangkan di Jepang selalu dipertimbangkan agar pengetahuannya dapat diterapkan di Indonesia,” tambahnya. Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan anak berkebutuhan khusus, baik di Indonesia maupun Jepang. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), https://pkh.upi.edu/2025/01/16/kerja-sama-upi-dan-tasuc-group-jepang-program-magang-dan-pengembangan-pendidikan-anak-berkebutuhan-khusus/

Read More
gambar UPI Gandeng TASUC Corp Jepang Gelar Kuliah Umum dan Workshop Asesmen JasKeps bagi Anak Berkebutuhan Khusus
11 Sep 2025
By UIE Tasuc

UPI Gandeng TASUC Corp Jepang Gelar Kuliah Umum dan Workshop Asesmen JasKeps bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Program Studi Pendidikan Khusus (PKh) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kuliah umum dan workshop JasKeps bekerja sama dengan Total Approach Support Union for Challenged (TASUC) Corporation dari Jepang (17/4). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium FIP UPI ini menghadirkan Direktur TASUC Corp, Ukai Saito, sebagai narasumber utama. Workshop ini berfokus pada program asesmen bagi anak berkebutuhan khusus dan menjadi bagian dari persiapan mahasiswa PKh UPI yang akan melaksanakan magang di Jepang. Dalam sambutannya, Dekan FIP UPI, Dr. Nandang Budiman, M.Si., menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kompetensi mahasiswa dalam layanan disabilitas bertaraf internasional. Kegiatan diikuti oleh mahasiswa dan alumni PKh UPI, guru-guru dari berbagai SLB se-Jawa Barat, serta mitra layanan terapi dari PKh UPI. Kaprodi PKh, Dr. dr. Riksma Nurahmi Rinalti Akhlan, M.Pd., menyatakan bahwa melalui workshop ini diharapkan konsep asesmen dari TASUC dapat diadaptasi dan diterapkan dalam layanan pendidikan khusus di Indonesia. Kolaborasi ini juga menandai dimulainya program magang internasional bagi mahasiswa PKh UPI ke Jepang, tepatnya di TASUC Corp. Tahap pertama program magang dimulai sejak 8 April 2025 dan akan berlangsung selama enam bulan, dengan rencana total empat tahap. Pada tahap pertama, enam mahasiswa—empat perempuan dan dua laki-laki. Program ini tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa, tetapi juga membuka peluang kerja bagi alumni di Jepang, yang dijadwalkan dimulai pada November 2024. Mahasiswa yang mengikuti program ini diwajibkan menguasai modul-modul layanan yang digunakan di TASUC Corp sebagai bagian dari pembekalan profesional. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal menuju penguatan layanan disabilitas yang lebih inklusif, adaptif, dan berstandar global. Berita UPI, https://berita.upi.edu/upi-gandeng-tasuc-corp-jepang-gelar-kuliah-umum-dan-workshop-asesmen-jaskeps-bagi-anak-berkebutuhan-khusus/

Read More

Showing 1-7 of 7 news

お問い合わせ

corporate.uie@gmail.com
+62 822-9888-4479
12234343
"Office : Plaza Amirta, Lt 5/504 Jl. Simatupang Kav.10, Pd. Pinang,Kebayoran Lama, Jakarta 12310 Class : FIP Lab Pkh UPI Jl. Dr. Setiabudi No.229, Isola, Kec. Sukasari,Kota Bandung, Jawa Barat 40154"
LINE QR Code
Your Future in Japan Awaits
Thousands have already begun their healthcare and social careers in Japan. Now it’s your turn to make the dream real. Apply today!
v0.1.0-beta.12Copyright © 2025 UIE | All Rights Reserved